Dalam seri Netflix yang juga berjudul Freud, disana diperlihatkan bahwa Freud muda berusaha menerapkan teori hinopsisnya kepada seseorang. Ia memberikan sebuah cerita fiktif yang terus diberitahukan berulang-ulang setiap hari. Lalu pada suatu waktu ia kembali menjalankan hinopsisnya dan ternyata orang tersebut menjadi percaya dengan cerita fiktif tersebut. Hal ini cukup mirip dengan penggambaran media massa saat ini terutama dalam industri periklanan yang terus memberikan kita bujukan sampai kita hendak membelinya.
Persepsi yang dibentuk ini membuat kita percaya akan simulasi-simulasi yang bukanlah realitas. Hal ini terjadi pada media massa, yang kemudian dipercayai oleh sebagian orang kalau ada elit global di dunia ini. Tapi hal ini juga terjadi ke mereka yang mempercayai konspirasi.
Sebuah kebohongan dan konspirasi yang terus menerus dikonsumsi membuat seakan-akan semuanya terlihat logis dan masuk akal. Mempercayai konspirasi yang semu ini sama saja dengan mempercayai iklan-iklan atau film-film yang merupakan khayalan belaka.
