Pernah nggak sih kalian waktu belanja di mall, liat-liat barang, udah cocok mau ambil Terus ada mbak-mbak penjaga yang deketin “Ada yang bisa dibantu kak?”. Terus kalian nggak jadi ambil barang itu, entah mengapa. dalam marketing, fenomena ini dikenal dengan “Butt Brush Effect”.

Butt-Brush Effect pertama kali dikenalkan oleh Paco Underhill dalam bukunya yang berjudul “Why We Buy” yang mana buku ini kemudian menjadi salah satu best seller internasional. “The science of shopping”. Karena buku ini merupakan kumpulan pengamatan fakta-fakta orang belanja.

Dalam bukunya, Butt-Brush Effect sendiri dimulai dari pengamatan Paco Underhill terhadap perilaku konsumen – terutama wanita, yang mana konsumen ini selalu “menghindar” tiap kali didekati, berdekatan, bersentuhan dgn orang lain. Hal itu terjadi terus menerus seakan membentuk pola.

Dari pengamatan tersebut, Underhill menyimpulkan bahwa pelanggan tidak suka ketika mereka tersenggol atau tersentuh dari belakang (butt-brush) Dan mereka (pelanggan) lebih memilih untuk meninggalkan barang yang mereka inginkan – hanya untuk menghindari kontak fisik tadi.

Nampaknya beberapa perusahaan sudah mulai menerapkan teori tersebut dalam layout store-nya.

  1. Memberi jarak antar display produk (termasuk lorongnya yang lebar), less cluttered.
  2. Tidak mendekati customer untuk beberapa saat.

Tidak berhenti di situ saja, penataan rak ini juga membutuhkan strategi. Underhill juga mengamati siapa pembelinya. Contohnya, barang promo memang menarik untuk dilihat, tetapi tidak serta-merta harus diletakkan di tempat yang ‘mudah ditemukan’ dan ‘mudah dijangkau’ karena dalam pengamatannya, ia menemukan orang tua yang kesulitan mencari produk dengan merek yang ia cari, karena barang yang ia cari diletakkan di bawah – yang mana hal itu menyulitkan orang tua untuk jongkok dan sebagainya.

Berbeda dengan anak muda, anak muda akan menemukan barang yang mereka cari, bagaimanapun caranya. Sekalipun ia ditempatkan di rak tersembunyi ataupun susah untuk dijangkau, mereka akan menemukan cara untuk mendapatkannya. Ternyata hanya dengan mengatur rak sedemikian rupa, penjualan meningkat drastis.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai