Salah satu yang menerapkan simulasi dari realitas ini ialah iklan dimana economy of seduction dijunjung tinggi. Iklan saat ini bukan memberikan informasi yang orang butuhkan, tetapi membujuk rayu orang untuk membeli. Bujukan ini dilakukan terus secara berulang. Lalu kenapa?

Bujukan yang berulang ini akan membuat kita jatuh ke dalam bujukan tersebut. Oleh Baudrillard, ia menawarkan simulacra dalam konsep yang lebih besar yaitu hiper-realitas. Hiper-realitas merupakan sebuah dunia realitas yang bersifat artifisal.

Semua yang kita saksikan melalui media massa merupakan suatu hal yang lebih real dari realitas itu sendiri. Baudrillard memberi contoh pornografi, dimana saat ini pornografi menunjukkan sesuatu yang lebih seksual daripada seks itu sendiri.

Hiper-realitas inilah yang kemudian menghapus jarak antara apa yang real dan apa yang imajiner. Kalau dilihat dengan seksama, pemikiran Baudrillard ini mempunyai kesamaan dengan praktek hypnosis dari Freud. Kita beri contoh yang cukup relevan dengan saat ini.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai