KUTIPAN TIDAK LANGSUNG (PARAPHRASE)

Paraphrase adalah mengubah kalimat baik dari kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya tanpa mengubah makna gagasan.

Syarat kutipan paraphrase:

  1. Kutipan wajib diintegrasikan dengan teks sebelum dan sesudahnya.
  2. Kutipan tidak disitasi (tidak menggunakan tanda petik (“).
  3. Tuliskan sumber (sama seperti contoh sebelumnya).

Tidak perlu aku kasih liat contohnya, karena pengutipan dan penulisan sumber sama aja dengan kutipan langsung. Bedanya, di kutipan paraphrase tidak ada tanda petik dan kalimatnya diubah menjadi menjadi kalimat kita sendiri. Ingat, kalimat harus selalu diinterpretasikan.

Pertanyaannya:

Bagaimana cara mengutip kutipan dalam kutipan. Misalnya kita mau mengutip kutipan penulis lain yang sebenarnya dia juga mengutip dari sumber lain (sumber aslinya).

Caranya adalah:

Mengutip kutipan dalam kutipan

Contoh:

Haryono (dalam Usman Junami, 2019:45) menjelaskan …………….dan seterusnya…… .

Sebaiknya gunakan kutipan paraphrase,

Keterangan: Haryono adalah sumber pengarang asli, Usman Junami adalah yang mengutip tulisan Haryono.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai