Masih sering nemuin orang-orang nggak sabaran dalam cari kerja. “CV-ku dilihat nggak sih?” “Udah apply di 100 tempat masa nggak ada yang nyantol sama sekali?” Dan seterusnya. Sini, ku kasih tau sesuatu.

Cari kerja itu persaingan. Nah, seberapa besar persainganmu – dan seberapa besar kapasitas kamu untuk bersaing itu yang sering menjadi alasan gagalnya titik temu antara si pencari kerja dan rekruter.

Nih ya menurut @KATADATAcoid Tingkat pengangguran menurun sih, tapi……..

2 poin ya:

  • 1. Seberapa besar persainganmu; dan
  • 2. Seberapa besar daya saingmu. Yuk kita kupas satu-satu

1. Seberapa besar persainganmu? Bayangkan kamu hari ini wisuda. Hari bahagiamu karena akhirnya satu beban hidup sudah teratasi. Tapi saat kamu ketawa-ketiwi dengan teman baikmu saat wisuda bareng, kamu lupa bahwa pada hari itu juga, temenmu adalah pesaingmu dalam mencari kerja.

Bayangkan ada berapa banyak orang di hall wisuda itu yang mendadak berubah status dari pelajar menjadi pengangguran saat itu juga? Berapa kali dalam setahun kampusmu wisuda? Bagaimana dengan kampus-kampus lain? Padahal pesaingmu bukan hanya anak kampus, tapi juga SD-SMK, dll.

Berhenti sampai di situ? Tidak. Masih ada orang-orang yang tidak puas dengan tempat kerjanya saat ini. Ikutlah mereka meng-apply kerja bersamamu. Bedanya? Mereka punya pengalaman, kamu tidak. Kamu benar-benar polos seperti mie instan yang baru disaring. Belum ada bumbunya.

Apakah yang punya pengalaman berarti lebih baik? Mungkin, tapi tidak selalu. Inilah pentingnya poin kedua; Daya saing. Orang dikatakan memiliki daya saing ketika ia memenuhi ekspektasi perusahaan. Ada supply, ada demand. Yang jadi tolak ukur apa aja?

2 – a. Skills. Kita semua tau bahwa skill itu yang dibutuhkan perusahaan. Bisa teknikal, seperti tools yang dipakai, misal designer bisa photoshop/illustrator. Atau soft-skill seperti karakter, attitude, cara berkomunikasi, pola pikir dalam pemecahan case, dll.

Gue pernah ngobrol sama seorang pegawai TV swasta. Dia bilang, dia biasanya panggil kandidat untuk datang jam 9, tapi mereka akan interview jam 12. Hal ini sengaja dilakukan untuk melatih mental kandidat, karena kerja di industri kreatif bukanlah pekerjaan 9 to 5 yang tenggo.

Tapi tidak semua tempat melakukan hal tersebut. Ini hanya salah satu cara Setiap perusahaan punya caranya sendiri untuk memastikan apakah kandidat benar masih tertarik dan “betah” utk kerja di tempat tersebut Bisa juga dengan melakukan FGD, diskusi u/ lihat pola pikir kandidat Itu dari sisi skills dan sisi personal kandidat. Lanjut, daya saing yang kedua:

2 – b. Gaji. Seperti yang sudah sering aku bahas, gaji itu pertemuan antara kemampuan perusahaan dan pencari kerja. Keduanya punya kemampuan, dan keduanya punya ekspektasi. Ibarat orang jualan ya, Kita pasti akan menawarkan kelebihan-kelebihan produk kita agar pembeli mau membeli produk kita. Sama. Perusahaan: Pembeli Pencari kerja: Penjual Pembeli gak akan mau mengeluarkan uangnya kalau gak kepake. Buat apa? Tapi kalau yang ditawarkan menarik, akan terjadi negosiasi.

“Bu, ini nasi uduknya nggak boleh kurang lagi? Biasanya 10 ribu kok, ini mahal amat 13 rebu?” Kurang lebih sama. Gaji itu kan cost perusahaan. Dan transaksinya jangka panjang, tidak hanya sekali transaksi seperti beli nasi uduk. Perush menimbang mana yg murah & kualitas bagus “Yaudah deh saya genepin 15 ribu tapi tambahin kerupuk ya, Bu..” Nggak jarang juga perusahaan berani bayar gaji atau benefit lebih ketika kandidat memang dinilai bisa memberikan manfaat lebih ke perusahaan. Again, ini hasil dari negosiasi.

Kalau menurut infografik di atas, daya saing dan ekspektasi gaji merupakan 2 faktor utama yang bikin proses perekrutan gagal. Skill ngga ada, minta gaji gede Sedangkan ketika rekrut anak2 SMK sederajat, sometimes mereka lebih skillful dan tidak berharap gaji tinggi dibanding S1.

So, kesimpulannya, kalo kamu mau gaji gede, carilah perusahaan yang memang punya kapasitas untuk membayar besar. Bisa browsing range gaji karyawan kok. Tapi pesaingmu pasti banyak, dan kamu harus check & recheck bagaimana posisimu dibanding para pesaingmu Sekian, and good luck!

Bonus tips cari kerja :

  1. Target 100 lowongan per hari, catat di mana aja kamu apply, just in case mereka hubungi kamu sewaktu-waktu. Menghindari kamu bingung “ini yang mana deh yg manggil gua?”
  2. CV kamu pasti dibaca. Tidak dipanggil, bukan berarti buruk, tp pesaingmu lbh baik

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai